Thursday, July 4, 2013

Daur dan tasalsul

Daur adalah kemustahilan dalam sesuatu brlaku 2 hal yang bertentangan dalam satu waktu skaligus. contoh sesuatu sebagai sebab sekaligus akibat. Konsep daur ini ditolak oleh filosof, itu mustahil. Contoh, manusia lahir dari dirinya sendiri. Daur adalah suatu  lingkaran yang tidak ada habisnya seperti lingkaran setan. Contoh, zat a mengakibatkan b, b  mengakibatkan c, c mengakibatkan d, dan seterusnya sampai z dan z mengakibatkan a.
Jika kita mempersepsi dengan jelas, konsep daur dan tasalasul itu mustahil.

Tasalsul itu regresi, sesuatu yang tidak ada ujungnya, contoh, telur dari ayam, ayam dari telur, telur dari ayam

Kedua konsep Ini lebih dekat dengan konsep logika daripada konsep filsafat.

Problem kaum atheis adalah problem kejahatan, kenapa Tuhan menciptakan orang jahat dan kenapa Tuhan diam saja ketika kejahatan terjadi, ketika itu dijawab dengan akan adanya harimpembalasan, mereka tidak percaya hari pembalasan. Mereka berfikir, tega sekali kalo Tuhan ada tapi kejahatan ada. Tuhan ada saja mereka  tidak percaya, bgaiamana mereka percaya hari akhir.

Problem atheis selanjutnya adalah problem prima causa, kenapa penciptaan harus diakhiri oleh satu titik, kenapa rangkaian sebab harus  berujung pada Tuhan. Bukankah mungkin saja ada pencipta yang lain yang menciptakan Tuhan.

Ibn Sina mengemukakan teori al-washothiyah, dia menjelaskan bahwa ada sebab murni dan akibat murni, dan ditengahnya ada sebab dan akibat. Tapi sebanyak apa pun rangkaian sebab akibat itu akan berujung pada sebab murni dan akibat murni. Burhanul al washatiyah atau adliyah (dalam teologis uuga ada term ini, tapi dalam pengertian yag berbeda.

Hazda tasalsul, jika seorang fioosof mengatakan ini, maka gugurlah suatu teori.

No comments:

Post a Comment