Ketika malam di musim angin, semua makhluk berpulang pada habitatnya yang hangat untuk meringkuk, bermanja dan saling bertukar cinta.
Seperti itulah juga kita satu sama lain, kawanku sayang, ketika angin di luar terasa bgitu dingin dan cukup untuk menghempas, kita akan saling menghangatkan dari dalam, lalu kita akan saling menambah sepasang kaki untuk tegap berpijak pada tanah dan berpegang agar tak koyak atau menghambur terbang bersama gerakannya yang angkuh dan terlalu percaya diri,.... kita akan saling memberi tangan lalu menghipnotis ketakutan sadar menjadi keberanian dan keteguhan yang kekar menancap sampai ke ruang terhalus dalam ketidaksadaran kita. Kitalah bunga, kitalah bagian semesta, kita akan menang dalam angin sekalipun badai itu selalu katamu...
Cirebon, 6 agus 2013.
No comments:
Post a Comment