Ada kenikmatan yang sering kita lupakan saat sakit, yaitu kenikmatan untuk bersama diri sendiri, melihat lagi dan menilai ulang sgala prilaku kita selama sehat. Keintiman dengan diri sendiri kerap tidak kita temukan saat sehat, karena kita terlalu sibuk dengan kegiatan kita yang padat, terlalu sibuk mencari keinginan nafsu dan keinginan mewujudkan angan angan kosong.
Sakit seperti lonceng penanda kita, bahwa sebenarnya apa yang kita nantikan adalah kematian. Sakit adalah alarm untuk kita kembali kepada fitrah, kepada akar, kepada asal, kepada Tuhan.. kepadaNyalah segala tujuan dan upaya dilakukan.
Sudah 4 hari saya terkapar di tempat tidur, setelah hari hari sebelumnya terlalu bersemangat mlakukan hal duniawi, mengejar cita cita yang sbenarnya tidak ada juntrungnya, memanipulasi badan yang terlalu ringkih untuk memenuhi sgala ego dan nafsu yang tidak ada habisnya. Yah... terlalu banyak yang ingin aku dapatkan; ingin ini, ingin itu, ingin selesai S2, lalu ingin buru-buru S3, ingin mendirikan day care, ingin membangun sekolah sendiri, ingin jalan jalan ke luar negeri, ingin menulis dan membuat buku, ingin bersenang senang dengan teman teman dekat, ingin menjadi istri yang baik, ingin jadi ibu yang baik, dan jutaan keinginan lainnya... dan badanku akhirnya remuk... dia meronta dan memberontak ingin diistirahatkan.
Mungkin suamiku akan tersenyum menggoda membaca tulisan ini, karena aku menyebutkan "menjadi istri yang baik" dalam daftar keinginan-keinginan pentingku. Sesungguhnya aku sangat cemas dengan kehidupan rumah tangga kami. ah.. entah sebenrnya apa yang aku cemaskan...
Aku mencintainya, sangat... teselip dalam hatiku yang paling dalam rasa syukurku bisa menikahinya dan melihatnya setiap malam tertidur tepat di sampingku, tapi terkadang ego kacangan, aku menyebutnya ego kacangan karen sebdnarnya ego yang aku pertahankan tidak berarti apa apa kecuali kepuasa amarah dan nafsu untuk selalu menang dalam setiap perdebatan perdebatan kecil, seringkali ego kacanfan itu menyulut pertengkaran yang serius.
Aku masih merasakan kontraksi dan rasa sakitku di beberapa kujur badan... Ya Allah.. aku beristighfar, ampunkanlah setiap dosa dan kesalahan. Berikan kesempatan untukku sehat dan melakukan hal yang lebih baik. Amiin
5 agustus 15
No comments:
Post a Comment