Aku bisa begitu mudah bersahabat dan banyak bicara serta bercerita dan bercanda dengan yang lain, kecuali dg mu. Aku tdk bs berkata apa saja denganmu, km sperti mendirikan sebuah tembok yang bertangga; km di atas dan aku sebelah bawahnya. Kita tidak pernah setara, sehingga aku tidak pernah bisa berbicara apa saja, sehungga terpaksa, aku hanya bs bersembunyi sembunyi mengeluh pada kata2 dan membuatnya menjadi puisi dan senandung. Sebagian menyanyikan betapa aku terobsesi dan mencintai ketinggianmu, sebagiannya bernada tangisanku yang tidak pernah setara saat di sampingmu. Oh, kekasih.. betapa pedih mencintaimu, tapi lagi, aku masih setia menjalaninya, dan berharap suatu saat kita bisa menjadi sepasang kekasih yang juga sahabat yang sederajat. Tapi tentu itu butuh kerendahan hati yang mungkin memalukan buatmu, dan butuh keberanian yang tidak ringan buatku.
18 agus 16
No comments:
Post a Comment