Thursday, September 6, 2018

Manfaat stres

*MANFAAT STRES*

Apa pun yang diciptakan di dunia ini pasti memiliki manfaat, termasuk stres. Memang banyak artikel yang menjelaskan bahwa stres itu buruk karena bisa menyebabkan berbagai macam komplikasi penyakit fisik dan psikologis.

Coba saja klik di google dengan kata kunci "bahaya stres". Anda pasti akan menemukan berderet artikel yang menjelaskan betapa buruknya stres. Padahal, di premis awal kita yakin bahwa apa pun yang diciptakan Tuhan di bumi ini pasti memiliki manfaat. Lalu apakah stres benar-benar memiliki manfaat?

Stres ternyata memiliki manfaat juga. Stres bisa memperkuat kohesi sosial dan menguatkan jalinan hubungan seseorang dengan pasangannya, tetangga dan orang-orang sekitar.

"Stres jangka pendek terbukti meningkatkan kadar oksitosin atau hormon cinta. Oksitosin sebenarnya menghambat produksi hormon stres dan mengurangi tekanan darah dengan melebarkan arteri untuk membantu mempertahankan tubuh dari efek negatif kecemasan,” kata Kathleen Hall, PhD, pendiri The Stress Institute and The Mindful Living Network.

Sistem tubuh kita ternyata sangat cerdas merespons reaksi yang dikeluarkannya. Ketika kortisol (hormon stres) naik, oksitosin juga otomatis akan naik. Hal ini seolah mengafirmasi ayat Allah dalam surat al-Insyirah (94: 5-6) yaitu, "Bersama kesulitan selalu ada kemudahan; dan sungguh, bersama kesulitan ada kemudahan." Artinya, dalam hal ini, pada setiap kondisi stres, ada bersamanya kondisi tenang.

Stres bisa memicu lahirnya jalinan cinta yang lebih kuat, karena biasanya orang stres memiliki kebutuhan yang lebih besar untuk bersosialisasi dengan sekitarnya. Hal ini tentu memiliki kontribusi terhadap kebahagiaan orang yang sedang dirundung stres dalam jangka panjang dan bisa menjadi investasi sosial baginya.

Bagaimana pun stres adalah bagian dari kemanusiaan, kita harus menerimanya jika kita memang dalam kondisi stres. Akan tetapi, hal ini bukan berarti kita membiarkan diri kita dalam kondisi stres yang panjang dan berat.

Apa pun jika berlebihan tentu memiliki efek yang buruk. Jadi, jangan terlalu panik jika kita sedang stres, tetapi juga jangan terlalu membiarkan diri kita berlarut-larut dan tidak mencari pertolongan/obat saat stres mulai mencekam.

Ketika dirundung stres, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengakuinya. Kemudian lakukan beberapa cara ini:

*Mulailah lebih perhatian kepada diri sendiri*: makan makanan yang sehat, tidur yang cukup, memberi asupan otak dengan pengetahuan, dan melakukan hobi yang selama ini terbengkalai karena kesibukan.

*Ungkapkan perasaan*. Berbagilah perasaan dengan dengan orang-orang tercinta: orang tua, kerabat, teman, hingga konselor jika diperlukan.

*Jangan alihkan stres*. Stres yang mencekam harus diobati, bukan dialihkan ke hal-hal lain yang membuat Anda malah mengalami ketergantungan, seperti alkohol, rokok, makan, atau bahkan obat-obatan terlarang.

Ada ungkapan menarik dari penulis sekaligus pakar stres dari Kanada, Hans Selye (1907-1982), yang patut kita ingat. Katanya, “Bukan stres yang membunuh kita, tapi reaksi kita dalam menghadapi stres tersebut.”

Fikriyah Rasyidi, Sekolah Rekonsiliasi.

No comments:

Post a Comment