Wednesday, September 8, 2021

perjalanan harus ditempuh sendiri

Samapai detik ini, aku masih meragukan gagasan terbesar dan termegah dalam kehidupanku, yaitu gagasan tentang Tuhan. Adakalanya di saat yang sangat acak, aku merasa yasudah, jalani hidup saja tanpa harus berpikir terlalu keras, pada akhirnya kelak mati, tinggal mati dan hilang dari bumi; tidak ada kenangan, tidak ada romantisme, tidak ada kecemasan, semua perasaan negatif dan depresif lepas seiring lepasnya nyawa.

Perasaan manusia mengandung kerumitan. Pikiran kadang mengurangi rumitnya atau malah menambahnya. Dengan kewarasan setengah, karena kepalaku terasa berat, aku mencoba mengingat apa yang ingin aku tulis dan mencoba memahami kata-kata yang keluar begitu saja.

Aku menulis bukan untuk siapa-siapa, untuk diriku sendiri, karen lewat tulisan aku sangat terbantu berbicara kepada inti diriku yang paling murni, yaitu nurani.

Selamat malam, dear fikriyah. Kamu paling kenal dirimu sendiri. Meskipun tertatih, kamulah yang paling menguasai segala bab tentangmu. Di sisi gagasan negatif tentangmu, aku sangat kenal dengan seluk belukmu.

Perjalanan harus ditempuh dengan kuat dan fokus, hal itu tidak mengapa. Seperti biasa; kamu selalu bisa bertahan walau ada di titik minus, kamu selalu bisa bekerja meski semua orang, bahkan orang-orang terdekatmu menertawakan mimpi-mimpimu. 

Saat seluruh dunia tidak mempercayaimu, aku akan selalau ada mendengarkan setiap keluh, setiap perasaan konyol dan serius, aku menerimamu tanpa sarat. 

Aku menyangimu, sebanyak hujan yang pernah terjadi di dunia. 

Kita selalu bebas dalam essay dan puisi, lewat tulisan, buku-buku dan gagasan-gagasan imajinatif yang tidak pernah terpikirkan di masa kecilmu, kamu membuka rahasia Tuhan. Selamat berjalan meski dalam gelap atau terang, meski berjmaah atau sendirian. 


8 sept 2021


No comments:

Post a Comment