Di dalamnya ada kata-kata renyeh, tidak jelas,
bising sekali,
Bercampur suara-suara heum seperti mantra, nadanya pedih, membuat angin sekelibat terasa tajam.
Di dadaku ada dada anak-anak yang berlubang, dia kekurangan makan, baju layak, tempat nyaman, senyuman orang tua, dan kasih sayang orang sedesa.
Di dadaku ada air mata darah, ada batu sebesar gunung, ada luka lama yang menghitam, ada sayatan yang berkali-kali disiram asam.
Di dadaku ada rongga kosong segede langit, ada jilatan api yang berumur sejuta cahaya.
Dadaku yang tidak baik-baik saja, aku memelukmu, menerimamu.
Tuhan, aku bertawasul dengan dadaku yang terluka, aku ingin menukarnya dengan surga.
9 Oktober 2021
keren fik puisinya, aku sudah baca semua puisimu dan tulisanmu di blog ini dari tahun 2013 hingga yang terbaru, semoga sehat selalu, panjang umur, jembar rejeki. (R)
ReplyDelete