Monday, August 28, 2023

Ayah

Ayahku seorang buruh yang tangannya sekeras besi dan kakinya tahan api. 

Entah berapa kali kukunya terkelupas karenan pekerjaan kasar dan jalanan yang panas, tapi dia tampak baik saja.

Ceritanya memang cerita orang cilik pada umumnya.
 
Makan Sega aking, celana kolor dengan tambalan dan sederet kesengsaraan.

Tetapi dia terlalu idealis untuk dunia yang tidak peduli. 

Suatu ketika para tetangga menertawakan mimpi-mimpinya.

Kata mereka, bagaimana mungkin anak pinggiran punya cita-cita sebesar itu. 

Cita-cita yang terlihat seperti monster bagi orang kecil. 

Tetapi ayahku tetap menuliskan mimpinya.

Dia menuliskannya lewat puisi dan pahatan beton.

Ayahku suka bernyanyi dan bermain gitar..

Lagunya yang bernada nyeri sering dia nyanyikan dalam doa setiap magrib dan malam sepertiga. 

Kidungya sangat menenangkan dan membuatku rindu pada kampung halaman;
Desa dimana cinta pertamaku lahir dan tempat pertamaku mengenal dunia. 

Isteri bapak terlalu lugu sama seperti dirinya.

Mereka menikah muda dan melahirkan anak-anak yang melawan kemiskinan orangtunya. 

Ciputat 29 Agustus 2023

No comments:

Post a Comment