Apa kabar, Man?
Bagaimana rasanya kematian?
Ohya, mereka yang menyia-nyiakanmu menjadi bentala.
Lama tak berziarah padamu...
Aku rindu pulang kampung dan mendengar pikiranmu.
Saat hidup, kau tak pernah melihat rona pipi dan gincu, tetapi sangat awas melihat atma.
Makammu penuh kembang dan wangi kemangi, surga di genggamanmu...
Matamu gelap, tetapi jiwamu melihat.
Aku masih ingat ceritamu tentang seorang gadis yang membuat duniamu menjadi berwarna.
Gadis bersuara lembut yang membawa cahaya dan membuat langit di dadamu terang.
Memang saat ini kau sepi dalam dekapan kubur, tapi kumandang adzan-mu masih kudengar dalam ingatan.
Alfatihah..
seorang abid buta yang dzikir-nya sehalus angin senja.
Suatu saat kau akan lahir kembali dengan mata yang berasal dari sinar mentari yang diawetkan.
Aku merindukan senandungmu di malam ramadhan dan maulidan.
Ciputat 3 sept 2023
No comments:
Post a Comment