Keong saja memiliki rumah dan tau ke mana harus pulang. Aku sangat miskin. Bahkan buku yang selama ini menjadi tempat ter-amanku bercerita, sudah tidak bisa dipercaya.
Aku sangat kesepian. Untuk sedikit mengisi kosongnya hati, aku kadang naik ke atas loteng tanpa tujuan pasti. Sekedar berjalan untuk bergerak dan mengurangi lemak lalu membuka jendela di atap dan menghirup udara langit sore, kadang membuatku merasa lebih baik. Sudah setua ini aku masih merasa asing dengan kehidupan.
Aku masih belum cukup mengenalmu. Aku rasa perjalanan kita masih jauh untuk bisa betul-betul saling mengenal. Sering kali hal-hal tak terduga mengubah pikiran kita di tengah jalan, merubah kepribadian dan sudut pandang kita terhadap sesuatu. Dan itu membuat kita setiap waktu menjadi orang yang berbeda. Kukira kita selalu menjadi orang yang baru, karena itu, butuh seumur hidup untuk bisa saling memahami.
Aku belum menganggap rumah yang kita bangun ini adalah rumah terakhir kita. Karena itu, aku merasa masih perlu sering mendiskusikan masa pensiun dan hari tua kita, aku membayangkan perajalanan yang masih terbentang sangat panjang, tapi mungkin sebenarnya itu hanya ilusi yang tampak di pandanganku saja.
Aku belajar untuk lebih kerasan di rumah, mengurangi jalan ke luar yang tidak penting dan fokus menikmati kamar kita.
Aku kehilangan masa kecilku, mungkin karena itu aku merasa kosong dan harus menemukan rumah tempat berpulang yang sebenarnya.
23 maret 2025
No comments:
Post a Comment