Saturday, May 15, 2021

LINGKUNGAN YANG DIPERSIAPKAN


Lingkungan yang dipersiapkan menurut Maria Montessori dibuat untuk membuat pembelajaran dan eksplorasi lebih maksimal. Hal ini menjadi bagian penting bagi anak karena dapat membantu anak berkembang tanpa bantuan terus-menerus dari orang dewasa (mandiri), sehingga membuat anak bertanggung jwab pada proses pendidikannya sendiri. Lingkungan yang dipersiapkan adalah bagian kedua setelah kehidupan itu sendiri. Lingkungan yang dipersiapkan harus menyenangkan, hangat, ceria, dan mengikuti ritme hidup anak, sehingga mendorong pertumbuhan positif, spontan, mengundang anak untuk perpaartisipasi, sehingga bisa memenuhi keinginan terdalam anak. Inilah yang membedakan Montessori dengan pendekatan pendidkan lain.
Lingkungan yang dipersiapkan  memungkinkan anak melakukan berbagai tugas yang mendorong perkembangan kognitif, memberikan kesempatan kepada anak tentang hubungan sosial melalui interaksi bebas, dan menyediakan struktur yang teratur untuk memandu anak. Di lingkungan yang dipersiapkan anak terstimulus bergerak karena menyedikan banyak kegiatan, mereka memilih kegiatan sesuai keinginan, periode sensitif dan kecepatan masing-masing sehingga anak memiliki disiplin diri. Lingkungan yang dipersiapkan  semuanya sesuai skala ukuran anak sehingga anak mudah bergerak dan keamanannya terjamin.
Anak tumbuh secara optimal  baik secara fisik dan psikologis dalam lingkungan yang dipersiapkan. Lingkungan didesain berdasarkan keteraturan, keindahan dan kesederhanaan, sehingga memungkinkan anak menjadi aktif dan direktris lebih pasif. 
Dalam kelas montessori, material diletakkan pada rak yang rendah dan terbuka, material mangundang aktivitas, yang merupakan titik fokus kegiatan kelas dan dinding bersih dari gambar yang mengganggu.
Berikut ini komponen penting dalam lingkungan yang dipersiapkan, yaitu:

1. Kebebasan
Montessori percaya bahwa kebebasan untuk anak tergantung pada perkembangan sebelumnya. 
Bagaimana kita membantu anak yaitu dengan memberikan kegiatan anak agar bisa mandiri, mengajarkan keterampilan hidup, menyediakan perabotan yang sesuai dengan ukuran anak, material dikelompokkan dengan tepat, memberikan kesempatan untuk pekerjaan konstruktif, material ditempatkan dengan tepat dan memberikan pemahaman terhadap yang baik dan buruk.
Kebebasan dalam batas-batas (a child needsfreedom within limits) yaitu memberikan kebebasan dengan menghargai diri sendiri, orang lain, material dan menghargai lingkungan. Jenis kebebasan yang bisa kita berikan kepda anak yaitu; kebebasan bergerak, kebebasan memilih, kebebasan untuk tumbuh, kebebasan untuk mencintai dan dicintai, kebebasan dari bahaya, kebebasan dari kompetisi dan tekanan.
Dengan kebebasan, anak dapat merenungi tindakannya sendiri; menentukan konsekwensi, menguji batas realitas, mencapai pemenuhan diri, menemukan kapabelitas dan mengembangkan pengetahuan.

2. Susunan dan keteraturan
Keteraturan adalah karakteristik dari alam semesta: dari sistem tata surya (makrokosmos) hingga sistem metabolism tubuh manusia (mikrokosmos) berjalan terstruktur dan sangat tertib. Oleh karena itu, pendidikan anak juga harus demikian. Keteraturan akan membangun jiwa dan kecerdasan anak. Secara alamiah kita membutuhkan keteraturan, dan semua yang tertata akan tampak indah. Dengan menyiapkan lingkungan dengan tata kelola yang rapih, anak akan yakin bahwa dunia sekitarnya adalah tempat yang aman dan dapat dipercaya untuk tumbuh-kembangnya. Selain itu, lingkungan yang teratur juga memungkinkan anak melakukan interaksi dan membangun pelbagai jenis hubungan (baik relasi dengan diri sendiri, orang lain maupun alam) secara positif.
Lingkungan yang teratur berarti semuanya harus tertata dengan tertib, sehingga anak-anak mengetahui di mana letak atau posisi setiap benda harus berada. Lingkungan dirancang dengan menempatkan segala sesuatu pada tempat yang seharusnya—tentu saja harus bisa dijangkau anak-anak secara langsung. Dengan cara seperti ini, anak-anak akan terlatih untuk disiplin, mandiri, dan membangun pengalaman hidupnya sendiri secara proaktif .
Selain material yang disusun atau ditempatkan dengan tertib, siklus kerja juga harus diatur  dengan cara serupa. Anak-anak perlu mengetahui bahwa setelah melakukan satu hal, ada hal lain yang perlu dikerjakan. Misalnya, selepas bermain, dia mesti merapihkan mainannya di tempat yang disediakan. Atau, setelah menggambar, dia akan membaca satu halaman buku cerita, baru kemudian bernyanyi. Urutan kegiatan harus dibuat lengkap dan jelas, ada awal dan akhir.

3. Nyata dan Alami 
Pendidikan Montessori didasarkan pada suasana yang nyata dan alami. Hal ini dimaksudkan supaya anak tidak terpaku pada fantasi, ilusi dan delusi. Anak-anak butuh pengamatan, pencermatan, dan analisis terhadap kehidupan di sekitarnya.

4. Suasana dan Keindahan
 Lingkungan dan ruang belajar Montessori harus dengan disain yang sederhana,berwarna cerah, dan menghadirkan suasana yang santai, hangat serta ramah

5. Material Montessori
Dalam lingkungan Montessori,  semua  material perlu dirancang khusus sesuai ukuran dan kebutuhan perkembangan anak. Material harus didisain supaya bisa mengundang anak untuk terlibat langsung dalam kegiatan belajar. Perlu diingat bahwa material Montessori bukan alat untuk mengajar bagi guru, tetapi alat untuk menemukan konsep dari penggunaan material itu sendiri, yang berguna untuk mengembangkan kemampuan fisik dan psikis anak. 
Material Montessori secara khusus memiliki sejumlah prinsip: setiap material terbatas pada satu kualitas, berjenjang dari  sederhana ke rumit dan dari konkret ke abstrak, digunakan untuk mengoreksi kemampuan diri sendiri, dan didisain untuk mempersiapkan pembelajaran berikutnya.
Bagi siswa, material Montessori memiliki beberapa aturan dasar: setiap benda diperlakukan dengan hormat, digunakan dengan cara yang benar, dipresentasikan secara individual, dan dipresentasikan sebagai pelajaran dasar.
Sementara itu, bagi  guru, semua material Montessori harus disampaikan dengan teliti, dipresentasikan secara diam, mengajak anak terlibat, dan semuanya dilakukan tanpa gangguan-gangguan dari luar. Guru harus memberikan kesempatan bagi setiap siswa untuk berlatih.

6. Perkembangan kehidupan masyarakat
Manusia tercipta sebagai makhluk sosial. Naluri ini ada pada diri anak sejak dini. Kita bisa melihatnya bagaimana mereka mereka menangis saat kesepian atau senang jika bertemu dan bermain dengan teman sebaya. Kebutuhan hidup ini juga perlu disiapkan di lingkungan Montessori. Guna mengembangkan keahlian dalam kehidupan bermasyarakat, ada nilai-nilai pokok yang perlu dipegang: tanggung jawab, kepemilikan, menjaga ketertiban umum, kebebasan mengambil sikap, dan saling membantu atau kerja sama. 
Selain itu, siswa juga perlu mengetahui sistem sosial berdasarkan kelompok. Oleh karena itu, anak juga perlu diberikan kesempatan untuk membantu dan membangun kelompok, baik pengelompokan horizontal maupun vertikal.

No comments:

Post a Comment