Sunday, October 20, 2013

Al inzal & al-Tanzil


Catatan diakusi dg bpk Nasarudin Umar

Fikiran dan hati itu tidak pernah kosong, tidak ada ruang sekecil apa pun yg kosong yg ditempati Tuhan. -sufi

Filsafat menyelidiki sesuatu dari akibat, lalu kemudian dicari sebabhya.mkalo tasawuf kebalikannya, mencari sebab dulu, lalu baru akan ketemu akibatnya.

Kita itu sudah cerdas dari sananya, kalo ada yg tdk nyambung, mungkin kita belum bisa menghubungkan potensi yg kita miliki.

Kalo Tuhan harus dibuktikan, maka membutuhkan sesuatu yg lain tuntuk membuktikannya. Jd Tuhan itu tdk perlu ada bukti-ini pandangan filsafat. Kalo kata tasawuf, itu bukan bukti, itu adalah Dirinya sendiri, matahari, bulan, dll. Itu adalah dirinya, mazdhar, tempat untuk , enunjukkan dirinya.

Tuhan memberikan jalan kepada hambanya sesuai dg kemampuan hambanya. Ada yg menuju Dia lewat makrifat, madamjg lewat karyanya, kerja bakti untuk masyarakat. jadi kita kitak boleh , meremhkan seseorang, kungkin dia py jalur lain untuk mendekati Tuhan. Harus dengan fondasi rukun islam dan rukun iman.

Setetes tinta ulama itu lebih utama dari setetes darah syuhada-al hadits.

Membaca bismillah itu adalah krn kita khalifah, wakil Dia, maka ketika melakukan sesuatu adalah dengan kasih dan sayang, dengan santun.

Kalo mod ketuhanan kit on off, disebut hal, kalo sudah permanen itu sifatnya maqam, mood ygnlebih permanen

Transformasi yg terjadi di dunia gaib supra-natural, metafisik, tidak memerlukan dimensi waktu dan twmpat. Karena itu dimungkinkan terjadinya proses al-inzal.

Transformasi yang terjadi di dunia syahdah, natural, dan fisik terikat dengan dimensi waktu dan tempat. Karena itu yg terjadi di dunia adalah altanzil.

Umar itu sering berargumen dg Nabi, sampai para sahabat gerah, tapi beberapa ayat Allah tidak melerai umar, malah Dia membela Nabi. Umar tipe rasional. Umar dijamin masuk surga. Allah itu maha demokrasi, iblis pun diajak dialog

Mendidik itu dengan tidak dg memperlmalukan

No comments:

Post a Comment