Pendahuluan
20/9/2013
Anggapan bahwa filsafat itu sulit adalah salah. Filsafat adalah ilmu universal (hikmah yang abadi), disebur juga prima sovia, yaitu ilmu yang tidak spesifik.
Berikut perbedaan antara filsafat dan sains;
*Filsafat bersifat abstrak, universal, simple, tidak terbatas, dan deduktif.
*sains memiliki objek yang terukur dan memiliki batasan, maka metode yang biasa digunakan adalah induktif.
Menurut Martin heidegger, orang yang terbiasa berfikir simple biasanya tindakannya rumit (complicated), sedangkan orang yang terbiasa berfikir rumit, tindakannya simple.
Objek filsafat adalah realitas wujud, sementara kita terbiasa melihat entitas (kulit luar), objek filsafat sebenarnya tidak bisa didekati dengan metode apa pun. Jika berbicara tentang wujud, tapi menggunakan suatu metode, maka sebenarnya itu tidak pernah dapat masuk dalam pengertian wujud yang sebenarnya.
Pasangan wujud adalah mahiyah (whatness/quidity)
Kita mempelajari "ada dengan apa" filsafat
Kita mempelajari "ada dengan ada " tasawuf
Kita mempelajari "apa dengan apa" tidak memahami ada
Mempelajari "apa dengan ada" itu level tertinggi.
Apa dengan ada (melihat hal spesifik dg filosofis)
Ada dengan ada (irfan/teosofi)
Ada dengan apa (filsafat)
Apa dengan apa (sains)
Filsafat harus memahami dan cermat terhadap diksi
27/9/2013
Filsafat adalah ilmu universal atau ilmu utama atau al-ilm kulli atau al ilm al-awwal atau al-ilma ba'da thabi'ah atau ilmu meta, atau ilmu supranatural. Karena sifatnya yang universal maka metode filsafat itu deduksi. Yang dibahas oleh filsafat adalah realitas. Lalu kmudian muncullah pertanyaan mana yang lebih dahulu, ada atau tahu? Descartes menjawab "cogito ergo sum" (aku berfikir/tahu baru aku ada).
Jawaban Descartes tentu tidak tepat jika kita merujuk pada prinsip bahwa ada itu absolut dan tahu itu perspektif. Maka secara ontologis, ada dulu baru kemudian tahu hadir, tetapi secara epistemologis tahu dulu baru ada.
Mengetahui ada dengan "apa" melalui form, konsep, batas-batas, definisi. Dalam urutan realitas hierarki, ontologi itu lbh dulu. Tapi dalam pengetahuan, epistemologi itu lebih dulu.
Pertanyaan selanjutnya, bagaimana filsafat sebagai metode dan bagaimana filsafat sebagai ilmu ? Jawaban untuk pertanyaan itu adalah; filsafat sebagai metode adalah filsafat sebagai pisau bedah menganalisa suatu masalah sampai kepada hakikatnya dan ke akarnya. Filsafat sebagai ilmu adalah apa saja yang subjeknya ralitas. Epistemologi berbicara soal pengetahuan berarti berbicara soal subjek, maka diperlukan mufakkir (yg berfikir), mufakkar (yg difikirkan) dan Fikr (fikiran), tiga unsur ini disebut proses pemikiran (tafkir). Ada yg memukul, yg dipukul, dan pukulan.
Setiap proses memerlukan 3 unsur
1. al-ana, disini disebut sbg sumber kesadaran
2. Sesuatu yg kita ketahui, yg jd objek al-ana, yaitu realitas
3. Yg berpindah dari objek ke subjek itu shurah, fikr, gambaran, fikiran.
Ketika diri mempersepsi sesuatu, dari tindakan mempersepsi itu terjadi perpindahan konsep yang ditangkap ke diri. Fikiran itu ada 3 level:
1. Fikiran yang posisinya seperti O s (operation sistem) yaitu basis
program
2. Fikiran yang posisinya seperti soft ware (program yg bs didownlod
diatas operation sistem) software inilah yg bisa menghimpun file.
3. Fikiran yang seperti file-file yg kita kumpulkan.
Fungsi fikiran sebagai OS itu sangat fundamental, jika seseorang tidak memilikinya, maka dia Off sbg manusia. Jika tidak punya soft ware, maka seseorang itu berarti tidak intelek. Jika tidak punya file, berarti dia kurang pinter, data pengetahuannya sedikit.
***
Prinsip2 swabukti/ex temporal, badihi, aksiomatis, adalah sesuatu yg intuitif, kita tidak patut menanyakan mengapa, karena mengapa itulah mereka. Supaya tdk kontinum ad infinitum, maka sesuatu yang "badihi" tidak bisa ditanyakan lagi.
***
Fikiran kita itu tumpukan dari jutaan fikiran, ada kesalahan formal ada yg material, yang kerusakannya sudah parah, bisa eror. Sebagian kita mengannggap fikiran-fikiran kita sudah final, kalo masih punya mengapa, sebenarnya belum terlalu jelas. Iman tanpa faham itu murtad.
Semua ini bermua pada satu fikiran, fikiran yang paling mendasar itu adalah tentang ada dan tidak ada, "Tahu" secara ontologis adalah kata lain dari "ada", tahu dan ada itu sinonim kata ontologis. Secara epistemologi mengetahui berarti proses pemindahan dari objek ke subjek (korespondesif). Jadi, ada pengetahuan yg melalui korespondensi/tansenden dan tanpa korespondensi/tdk transenden.
Pengetahuan yg paling utama adalah pengetahuan tentang diri kita,
Pengetahuan existensial, pengetahuan yang tidak berperantara, yang ditangkap adalah existensinya/adanya, tdk memiliki form, mbentuk, dll.
Pengetahuan esensial yg ditangkap adalah mahiyahnya/quiditi.
Semua yg bs dijelaskan adalah representasi, jenis pengetahuan ini. Ilmu yg bersifat existensial itu g bs dijelaskan karena premis dan terma untuk menjelaskan itu bersifat representatif.
secanggih apa pun, existensial itu tdk bs dijelaskan, meski dg ilmu representasi. Wahyu adal ilmu representatif paling tinggi, yg hampir bisa menjelaskan existensial. Celakanya husuli dalam wahyu itu dianggap wahyu itu sendiri, maka tidak heran jika terjadi banyak kesalahfahaman dan fanatisme dalam wahyu.
Pehgetahuan tuhan tentang dirinya adalah suprame knowledge, yaitu pengetahuan tertinggi.
Ontologi ada 2: umum dan husus
Ontologi umum membahas hukum-hukum wujud dan perbedaan tentang asholatul wujud, mahiyah, wahdatul wujud, dan gradasi wujud. Ada tiga aliran besar dalam ontologi umum, yaitu;
1. Paripatertik ( dijelaskan oleh Aristoteles, Neoplatonis, Agustinus, Al
kindi, Al Farabi, Ibn Sina, dan Ibn Rusyd)
2. Ilumimasi dikaitkan dg plato (masyaiyah, isyraqiyah, mistik)
3. Hikmah mutaaliyah (filsafat teansendensme) gabungan dari dua
aliran besar islam)
***
Theologi husus:ilm kalam berdasarkan nash/tex suci
Theologi filsafat: berdasarkan ontologi umum
Aliran theologi yg paling byk dlm islam:
Mutazilah, ini bkn aliran sbenarnya, tp gaya hidup, washil bin atha, dll.
Khawarij, sbnernya gerakan politik
Syiah, sering dipandang sbg gerakan politik, padahal itu adalah aliran theologis. Politik adl bagian tak terpisahkan dr teologi menurut Syiah.
Salafiyah, ahl sunnah, ahl hadis adalah penentang rasionalisasi agama, menurut mereka itu adalah pengaruh dari luar Islam. Malik bin anas adalah orang yang berpngaruh dalam gerakan ahl hadis.
*Kitab muatha adl kitab hadis yg paling representatif, karya malik bin anas.
*Shihah adalah hadits yang dikalaim memiliki objetivitas
*Matsani, standar priwayatan, ini byk mendistorsi hadits.
Sunani
Hadits berdasarkan matan atau sanad
*Kalo berdasarkan matan itu lbh rasional
Maqalatul islami karya abu hasan al asyari. Dia menyumbangkan rukun iman yg ke 6, iman kepada Allah, khairihi, wa syarrihi, baik dan buruknya
*Ahmad bin hambal adalah seorang asketis, dia hidup sederhana dan menentang ekspansi islam yang menambah upeti dll.
Ibn hambal, ayahnya adl seorang zoroaster, filsafat agama.
Pemikiran islam rasioalis perlu diakui dipengaruhi oleh Yunani dan persia (Iran, iraq, afganistan, asia tegah)
*1978 Revolusi iran, menumbamgkan rezimmyh sdh brdiri 1000 thn lebih
Ali syariati
Mutahari
Sunni
1.kalam: asyari
2.fiqh: syafii
3.tasawuf: ghozali dan junaid baghdadi
Ada dua jenis agama, yaitu
1. Agama jalur sutera, persia, cina dan india, basisnya adl unitas
existensi zoroaster, hindu dll.
2. Agama Yarusalem:kristen yagudi, islam
11/10/2013
Kita terbiasa dg objek2 partikular. Tujuan filsafat adalah mengetahui realitas. Materi telah merambah ke semua lini. Gempuran matrealisme. The mateix-filosof post struktural.
Filsafat
Tahu: epistemologi
Ada: ontologo
Tuhan:teologi
Alam:kosmologi
Manusia:agama
Realita tdk dpt dikenali konsep.
18/10/2013
Konsep whatness sifathya universal. Konsep manusia dari persona2 kesamaan-kesamaannya langsung tergambar mahiyah. Setelah itu muncul konsep existensial,
Banyak orang yg hy belajar kumpulan2 pemikiran filsafat dan sejarah filsafat. Sifatnya ensiklopedis, tdk pernah masuk ke masalah filsafat.
3 komsep utama:
Makulat al awaliyah"apa"
Domain filsafat adalah wujud, pasangannya adalah mahiyyah, lawannya tiada.
Universal itu artinya umum, "kulli": ma'qulat, "intelligeble" (objek2 terfikirkan, krn ada objek2 terindrakan)
Masing2 berupa folder, setelah itu kita menyusun2nya, sebagian orang , enganggap itu realitas. Apa adalah ada, ada adalah apa untuk sebagian org itu sama, maka tidak ada lg "ada" karena semua sudah terkonsep "apa".
Berbeda itu jarak. sya, dia, dan jarak, ada 3 konsep, hampir swmua orang menyatakan bahwa "ada itu banyak, padahal cm satu, yaitu "ada". Kalo org yg py kesadaran eksistensial, maka semua konsep itu (yg tiga) itu ternagkum dalam apa. Keberagaman itu adalah konsep2 esensial.
Al maqulat al awwaliyah, konsep pertama, beragam,
Setelah mengenal relasi itulah konsep ke dua, simple, satu.
Kita berada, byk orang mengira itulah pluralisme keberadn, padhal ada it u sendiri sc 1.
Kita sibuk dg pembagaianqkq. Filsafsr berhunbungan esenai alaala
Ada itu harus satu, "konsap primer.
Kita g bs berbicara soal ada kalo tdk menggunakan sistem apa,
Meskipun kita dari awal mempelajari apa, myg kita berusha memahami "asa".
Filsafat barat menjelaskan realitas dngan realitas.
Abstrak membuatnya semakin jelas. Proses abstrksi. Esensial itu adanya dI sini, di fikiran. Manusia ada di folder fikiran. Di luar fikiran itu tidak ada manusia.
Fikiran2 itu esensial, dlam itu ada hierarki. Realitas itu gabungan ada dan apa. Asholatul mahiyah.
Matrealisme muncul dari esenaialisme./mahiyah
Ada yg pertama memunculkan ada ke 2,
Filsafat paripatetik spt itu.
1. Makulat awwaliyah, Esensial. Terapannya di benak, realitasnya di luar. setelah kita melihat segala sesuatu, muncullah ini. Fikiran tentang manusia, hewan, dll. sains
2. Eksistensial. Yg mentautkan satu dg yang lainnya itu apa? Munculnya setelah adanya fikran2 dari yg pertama. Filsafat membahas ini. Terapannya di luar, realitasnya di benak.
3. Maqulat. konsep dan terapannya ada di benak. Apa itu? Logika spt genus, spesis, smua ada di fikiran.
Keragaman itu bkn imaginal, kesempurnaan ad kesatuan.
Isyraq:
Keberagaman adal satu. Ada itu sifatnya satu dan banyak. Tidak ada itu bukan ada. Tidqk ada dalam apa. Tidak ada dalam ada. Tidak ada dalam fikiran itu ada, tidak ada dalam realitas liar itu tidak ada.
Minggu dpan uts
Pada dasarnya smw ilmu itu bersifat teoritis, diseput praktis karena berkaitan dengan tindakan.
Pasangan wujud ada 3 item
1. Eksisten
2. Whatnes, apa
3. Nithingness, tiada
Kita tidak bisa mempelajari tuhan, kecuali melalui pada yg bukan tuhan. Tuhan tdk bisa difikirkan, krn dia tdk py frame, konstruksinya.
Realitas itu adalah esensi yg tertimpa wujud
Perbedaan2 dan perdebatan trjd karena perbedaan term, kota g py kesepakatan soal kata dan makna, homonimitas dan sinonimitas.
Voltaire; manusia adalah korban dari rajutan kata.
Pendengaran itu yg pertama aktif, paling primitif, pengalaman2 mistis banyak didapat oleh pendengaran.
Predikat itu ada yg selalu, msering, kadang, pernah, sesekali
Predikat yang selalu: contoh, laki2 tidak berjengkot, tp tdk niscaya.
Maqulat awwal: kumpulan wawasan2.
Konsteuksi ilmu dari peradaban esensi membuat orang lbh spesifik belajar, contoh dokter, spesialis gigi, husus geraham. Tdk menyadari adanya koneksi.
Realitas konsteuktif, yang dibuat sendiri.
Aifatnya eksistensi itu yg bukan esensi.
Wujud dan tuhan itu sinonim
Sama itu artinya satu, tdk akan ada kata byk
Kalo ada itu ada dua, berarti antara ada dan ada itu berbeda. Jadi pernyataan bahwa di liar "ada tuhan dan ada yang bukan Tuhan" . Kalo menurut suhrawardi, yg selain tuhan adalah esensi2, bayang2 tuhan.
Apa pun yg kita sebut, banyak, satu dan sedikit itu ada.
Wujud itu satu dan pliral, plural karwna berbatas.
Filsafat itu bkn penhetahuan tp kesadaran.
Monisme
Panteism: konsep ittihat, konsepsi sufi, bersatu, kodifikasi, krn terpisah lalu bergabung, manunggaling.
Konsep manunggaling itu bkn konsep filsafat, tp konsep perolehan ibadah. Kembali kpd Tuhan.
Syirik hakiki, adalah meyakinimadanya 2 wujud, ada sesuatu selain tuhan.
Primitif:primer:primus
Wajibul wujud
Menurut ibn sina, wajibul wujud adalah yg tdk membutuhkan sesuatu untuk mengada.
Wajibul wujud adalah keniscayaan. Wajib dg zatnya (bizatihi) wajib dg yg lain (bigairihi)
Bilangan 4 adalah wajib bigairih krn dia penjumlahan dari 2 dan 2.
Ibn sina menangkap dan menjelaskan realitas dg apa dalam persepsi, dg ada dlmmpersepsi, dan ada dalam ada/realnya.
Aurora itu tdk ada, yg real itu cahaya
Ibn arabi, jika wujud itu satu, maka semu yg plural itu nothing. Semua yg terfikir itu ada. Sedwmikian liasnya wujud, maka ia menampung semua yg plural dan satu.
No comments:
Post a Comment