Dari awal sejarah kebermulaan, kita lahir dengan penuh kesakitan.
Kita semua terlahir telanjang, dingin, asing, dan sakit. Kita didorong panggilan alam untuk keluar dari lubang kecil ibu, berjuang supaya selamat.
Banyak di antanya bayi-bayi di dunia mati karena harus berhenti mengkonsumsi ketuban dan melewati lubang sempit yang membuat sakit badan, luar biasa perjalanan keluar itu berbahaya. Beberapa bayi malang selesai innalillahi sebelum benar-benar bisa menghirup udara luar.
Saat itu, kita bingung, takut, kaget dan takjub.
Ketika meninggalkan perut ibu yang hangat, gelap dan membuat kita selalu tenang tertidur itu, kita merasa cemas, lalu menangis sekencang-kencangnya.
Kita menangis karena tempat baru ini terlalu luas dan sangat terang. Lalu kita belajar bernafas lewat paru-paru dan udara bebas yg kita hirup sendiri. Kita terus diarahkan untuk melakukan apa-apa sendiri, bergerak sendiri, berjalan sendiri, makan sendiri dan seterusnya.
Tangisan pertama itu membuat kita kaget dengan suara kita sendiri. Kita manusia baru sangat antusias pada dunia semenjak itu.
19 sept 20
No comments:
Post a Comment