Oleh Fikriyah Rasyidi
Banyak orang tak rela kehilangan pemuja
Manusia kerap khilaf menikmati penyembahan; mengumpamakan diri sebagai Tuhan,
Pulanglah, jika kamu masih menganggap hatiku adalah rumah,
Tinggalkan penggemar kecilmu,
jika masih ingin bersama batinku yang tauhid,
karena aku hanya mencintai satu,
pula tidak untuk dipadu.
Bukankah kita sama-sama insyaf, sayang...
Kamu merdeka dan aku otonom.
Kamu berhak memilih dan aku boleh memutuskan.
Kita manusia, punya logika, sama di rasa;
Diiris terasa sakit, diretak sama patah
jika benar cinta,
ayo kita bekerja,
saling membahu,
digenggam saling erat,
direntang sama terbang,
saat jatuh saling merengkuh…
Dan aku akan mencintaimu
layaknya ummat pada nabinya,
Laiknya rakyat pada rajanya,
layaknya aku pada diriku.
Ciputat, 19/1/14
No comments:
Post a Comment