Sunday, August 15, 2021

Tidak Dipadu, Hanya Satu, Aku

Oleh Fikriyah Rasyidi


Banyak orang tak rela kehilangan pemuja

Manusia kerap khilaf menikmati penyembahan; mengumpamakan diri sebagai Tuhan,

Pulanglah, jika kamu masih menganggap hatiku adalah rumah,

Tinggalkan penggemar kecilmu, 

jika masih ingin bersama batinku yang tauhid,

karena aku hanya mencintai satu, 

pula tidak untuk dipadu.

Bukankah kita sama-sama insyaf, sayang...
Kamu merdeka dan aku otonom.
Kamu berhak memilih dan aku boleh memutuskan.
Kita manusia, punya logika, sama di rasa;
Diiris terasa sakit, diretak sama patah

jika benar cinta,
ayo kita bekerja,
saling membahu,
digenggam saling erat,
direntang sama terbang,
saat jatuh saling merengkuh…

Dan aku akan mencintaimu 

layaknya ummat pada nabinya,

Laiknya rakyat pada rajanya, 

layaknya aku pada diriku.

Ciputat, 19/1/14


No comments:

Post a Comment