Orang yang menunggu mati, menyerah pada waktu;
menunggu semuanya berhenti dan setan-setan di dada tidak bisa berbisik lagi
Aku melihamu semakin renta, semakin lemah dan siap pada ketiadaan
Luka-lukamu sudah menjamur menjadi kanker, meracuni perasaanmu yang semakin pahit, dirasa cukup sebagai bekal bagimu menemui ajal
Aku meresap pada titik air di matamu, membaca garis kening, pertanda rumitnya pikiranmu
Aku merasuk pada tulangmu yang bungkuk, yang terlatih menahan tangis dan tertimbun di jantung
Omelan ibu tiri selalu terngiang seumur hidup, cukup membuatmu limbung pada perjalanan
semua kenangan-kenangan saat kecil, masa muda dan usia senja, harapanmu... akan musnah dan menjadi amal kesabaran di liang lahat
6 Agustus 2021
No comments:
Post a Comment