Aku mencintai kalian
dengan cinta yang belajar dewasa,
cinta yang tak lagi menunggu sempurna
untuk bisa memeluk.
Aku memaafkan kalian
bahkan sebelum kata maaf sempat lahir,
sebab aku tahu
hidup tak selalu memberi jeda
untuk menjadi orang tua yang utuh.
Aku mencintai kalian
sepanjang sungai sampai ke muaranya,
melewati arus deras dan air keruh,
melewati sunyi dan banjir kata-kata
yang pernah melukai.
Aku menyesal
setiap kali lidahku tajam,
setiap kata yang menghujam
ternyata lebih dulu melukaiku
sebelum sampai pada kalian.
Kini aku mengerti,
segala yang kalian beri
adalah seluruh yang kalian punya.
Bukan sisa, bukan setengah,
melainkan hidup yang kalian korbankan
tanpa sempat meminta balasan.
Jika suatu hari aku masih tersandung
oleh luka lama,
ingatkan aku:
aku adalah anak dari cinta yang terbatas
namun diberikan sepenuh jiwa.
Ayah, Ibu,
aku pulang—
bukan untuk menuntut,
melainkan untuk mencintai
dengan hati yang akhirnya mengerti
15 januari 2026
No comments:
Post a Comment