Thursday, February 5, 2026

malam yang pendiam

Malam yang pendiam.
Dia seperti aku yang berusia empat belas;
polos dan dalam;
ia berbicara jutaan kata
dan berdebat tanpa jeda
hingga ke DNA,
namun wajahnya sepi;
seperti aku
yang terbiasa menulis puisi
untuk menelan sunyi.

Apakah aku sedang rindu malam ini?
Bukan pada persona,
atau pun siapa-siapa.

Aku merindu jiwa yang platonis;
yang percaya bahwa ada yang lebih sukma
daripada doa.

Ada bahagia
yang lebih padat
daripada tawa.

Ciputat 5 February 2026

No comments:

Post a Comment