Malam yang pendiam.
Dia seperti aku yang berusia empat belas;
polos dan dalam;
ia berbicara jutaan kata
dan berdebat tanpa jeda
hingga ke DNA,
namun wajahnya sepi;
seperti aku
yang terbiasa menulis puisi
untuk menelan sunyi.
Apakah aku sedang rindu malam ini?
Bukan pada persona,
atau pun siapa-siapa.
Aku merindu jiwa yang platonis;
yang percaya bahwa ada yang lebih sukma
daripada doa.
Ada bahagia
yang lebih padat
daripada tawa.
Ciputat 5 February 2026
No comments:
Post a Comment