Aku ingin menerima diriku sepenuhnya,
tanpa sisa rasa bersalah
yang bukan milikku.
Aku ingin mencuci jiwaku
dari kepercayaan lama
yang menakut-nakuti,
yang menundukkan kepalaku
atas nama cinta.
Aku menghapus kutukan
yang ditanamkan di masa kecil:
bahwa aku harus diam agar diterima,
bahwa takut adalah bentuk iman,
bahwa luka harus disyukuri.
Aku tidak percaya
pada Tuhan yang manipulatif,
yang menuntut ketundukan
tanpa kasih,
yang dipakai untuk membenarkan kekerasan
dan membungkam tangis anak-anak.
Jika Tuhan ada,
Ia tidak lahir dari teriakan,
bukan dari ancaman,
bukan dari rasa takut
yang mematahkan harga diri.
Aku memilih kebebasan—
bernapas tanpa gemetar,
berdiri tanpa rasa bersalah,
menegakkan kepala
tanpa harus memohon izin
untuk menjadi manusia.
Aku bukan kesalahan.
Aku bukan dosa berjalan.
Aku adalah jiwa
yang selamat,
yang kini memilih hidup
dengan sadar dan utuh.
Dan hari ini,
aku membebaskan diriku sendiri.
30 Desember 2025
No comments:
Post a Comment