untuk suara yang meninggi,
untuk caraku mencintai
yang sering terlambat;
datang setelah kata-kata tajam
lebih dulu menyakiti
Lukaku bukan kalian.
Kita hanya berdiri terlalu dekat,
lahir dari rahim yang satu,
tumbuh di rumah yang sama.
Aku marah pada ingatan yang belum selesai.
Aku membawa letih yang tak bernama,
dan tanpa sadar
menaruhnya di bahu yang seharusnya aman.
Maafkan aku;
yang gagal memisahkan marah dari takut,
dan suara masa lalu dari wajahmu hari ini.
Ciputat, 6 February 2026
No comments:
Post a Comment