Yang paling terasa adalah ketika di bus way, orang berebut tempat duduk. Fenomena ini begitu saya rasakan sebagai hukum rimba. Siapa cepat dia dapat tempat duduk. Inilah akibat dari tiadanya regulasi dan hukum yang menjamin kita, sehingga semua orang berlomba, bekerja keras untuk , mempertahankan diri, sikut menyikut, saling serobot, dan pada tahap akut saling merampok dan membunuh. Kehidupan kita ternyata masih barbar.
Gila,... kita masih bertarung pada tataran yang sangat rendah, yaitu tataran perut. Soalan ketahanan diri dalam pemenuhan kebutuhan pokok harusnya dijamin pe,merintah sebagai institusi yg dibemtuk berdasarkan kesepakan dan kontrak sosial. Apa gunanya pemerintah kalo masyatakatnya masih harus bertarung satu sama lain dlm mencapai kebutuhan yg paling mendasar.
Ck ckck.., bagaimana mau beradab coba? Bubarkan diri saja deh pemerintah kalo gitu
Bus way dukuh atas, 18 Juni 2013
No comments:
Post a Comment