Saturday, June 8, 2013

Critic of pure reasons, immanuel Kant

filsafat modern abad 18 lebih didominasi kaum empiris, tokoh-tokohnya yang berpengaruh adalah Lock, Berkeley, Hume, dan lain-laim, akan tetapi konflik antara rasionalisme dan empirisme tetap berlangsung. Kant adalah filosof kritis, menurut dia, kita tidak boleh memihak salah satu dari metode empiris atau rasionalis, karena dari keduanya ada kelebihan dan kekurangan.

Buku Kant yang berjudul Critic of pure reason berisi kritik dia terhadap akal. Jika akal disebut metode yang absolut, maka siapa yang akan mengkritik akal jika akal salah. Supaya kita tidak menjadikan akal absolut, kita harus menginsyafi bahwa fikiran itu berasal dari manusia yg terbatas, maka akal pun pasti terbatas. Untuk mendapatkan pengetahuan yang objektif, kita harus memilah mana kekuatan rasionalitas dan mana kekuatan empiris, dan mana saja rasio yang memerlukan justifikasi empiris.

Kant mengatakan bahwa apriori mengamankan rasionalits yang tidak perlu experimen atau pengalaman dan Aposteriori mengamankan empirisme, yaitu memerlukan penglaman sebagai justifikasi.

Kant telah dibayang-bayangi idealisme jerman, tepatnya suatu aliran idealisme jerman di abad modern. Kant, Leibniz, dan hegel adalah termasuk tokoh idealisme jerman. Gagasan lain yang menjadi ciri khasnya adalah bahwa hukum merupakan pencipta ruang kebebasan. Dengan hukum semua orang secara adil mendapatkan hak dan kewajibannya.

Lebih lanjut, Kant menyarankan kita untuk membuat kritik terhadap ilmu, supaya kita mendapatkan refleksi fiolosofis yg baru. Ini adalah bentuk penekanan dia pada fikiran yg dikaitkan pada metode materialisme. Dia kemudian membandingkan dan menarik sintesis dari pemikiran Hegel dan Marks.

Ciri yang paling nyata dari gagasan para idealis jerman adalah bahwa fikiran bisa dikontraskan pd materi, tetapi yang lebih eksis itu adalah ide.

Idealisme jerman menolak etika utilitarianian/etika kegunaan, tetapi mereka menyetujui etika deontologi yg menekankan bhw perbuatan seseorang adalah karena tujuan atau amanah kategori imperatif/ kewajiban. Contoh, menghormati org tua adalah perintah/amanah (tidak membutuhkan motiv kegunaan). Adapun pada kategori hipotesis, etika menyaratkan syarat tertentu, contoh makanlah dengan baik agar sehat. Pemikiran Kant ini dekat dengan pemikiran Leibniez, karena dia pernah menjadi miridnya.

Ini adalah catatan kecil dari Kuliah Filsafat Barat dg Bpk. Dr. Vincent Joelase, ICAS-PARAMADINA.

Semoga bermanfaat

No comments:

Post a Comment