Bagaimana sesuatu itu objektif diketahui sebagaimana dirinya? Betulkah kita mengetahui hal di luar itu sebagaimana adanaya? Pertanyaan ini kemudian akan memunculkan pertanyaan soal bagaimana mendapatkan pengetahuan secara benar?
Ada dua dfinisi ilmu yg biasa dkemukakam Mulla sadra maupun para filosof yg mendasarkan bangunan filsafatnya pada hikamh mutaaliyah, antar lain; al ilmu ibarat an hudhuru shuratu syai li al mudrik (ilmu merupakan hadirnya gambaran sesuatu pada pencerap), dan hudhuru surah al syai inda al aql (ilmu itu adalh hadirnya gambaran sswat pd akal). Ke dua definisi itu sbnarnya memiliki makna yg sma. Ada juga yg mendifinisakn bahwa Ilmu adal gerakan aql dari ketidaktahuan kpd pengetahuan.
1. Taswur dan tasdik (konsepsi dan konfirmasi)
Sebenarnya tidak ada kesalahan pemahan. Persepsi itu sendiri tidak bisa disalahkan, tetapi jika dikonfirmasi kepada objeknya, maka itu bisa dikatakan salah atau benar. Jika hanya konsepsi maka dia tidak bisa dinilai. Ketika dikonfirmasi atai ditasdikkan, maka jatuhlah penilaian benar atau salah.
Contoh: konsep seseorang tentng warna hitam itu tdk salah, ketika itu dikonfirmasikan dg benda yg ada diluar maka itu bisa disebut benar atau salah.
Konsepsi terbagi ke dlm beberapa bagian:
1. Konspsi yg tdk memioiki relasi dan bersifat independen, seperi tentang: manusia, hwan.
2. Konsepsi yg memiliki diferensia (fashl) seperti: hewan rasional
3. Konsep yg memiliki relasi perintah seperti: pukullah, pergilah, dll.
4. Konaep yg memiliki relasi berita, sepserti: zaid berdiri
Sedangkan tashdiq/penilaian adl ilmu yg didasarkan penilaian slah n bnar thdp relasi yg trjadi or mungkim aktualitasnya atau ketidakmungkinan aktualitasnya.
2. Ilmu dharuri ( keharusan) dan iktisabi (proses)
Ilm dharuri yaitu ilm yg terhasilkan bkn mlaluimpross brfikir dan mngkonsepsi akan tetapi hadir secara lamgsung, spt gambaran kita thdp sswt, tkd mungkin brgabung 2 hal yg brtntangan, universal lbh lias dr parsial, satu merupakan stengah dari 2, dsb.
Dhoruri terbagi menjd;
A. Al awaliyat (prmulaan)
Aksioma yg dperoleh akal tanpa bantuan sswt yg external darinya, cont, tdk munkin brsatu 2 hal yg brtntangan
B. Al musyahadat (pnyaksian)
Aksioma yg didapat brdaswrkan pnilaian akal dg bantuan indera dan tdk cukupnhy mengkonsepsikan dua bagian dg relasi diantaranya.
C. al tajribat, eksperimental
Cont. Air jk dipanaskan akan menguap
D. Al hadsiat
Aksioma yg brdasarkan analisa sont, chaaya rmbulan berasal dr chaya matahari. Ada lompatan disitu, tanpa harus meneliti dl.ini ds dilakukan oleh org yg trbasa dg proses nrfikir.
E. Al fitriat (fitrah)
Aksioma yg didapat mlalui bantuan prantasa yg jika prantae itu hadir dlm mental, maka hadirlah aksioma ini. Cont, 5 itu stengah dr 10.
Sdangkan iktisabi ( proses) atau nazhari (pmikiran) mrupakan ilm yg dproleh brdasarkn hasiomproses brfikir spt rotasi bumi mengelilingi matahari, tingkat gtaran gwlombang suara dsb.
Iktisabi tebagi dlm 2 bagian
A. Al tasawur al kasbi (konsepsi proses)
Komsepsi yg brdasarkan pd 2 unsur utama yaitu Had (batasan sudstansial) dan rasm (batasan aksidental)
B. Al tashdiq al kasbi (penilaian proses)
Pnilaian thdp konsepso yg didasarkan pd qiuas (silogisme) istiqra (sampling) dan tamsil (pemisalan)
3. Ilm fiil (aktif) dan infiali (pasif)
Ilm aktif adl ilm yg pada dirinya trdapat sbb sempurna yg eksis didala, diri mental dg eksistwmsi akibat external.
4.Ilm kuli (universal) dan juzI (parsial)
5.ilm tafshili (spesofik) Dan ujmali (imum)
6. Ilm ilki (ilmiah) dan ilm amali (tindakan)
7.ilm hqqiqi (hakiki) dan I'tibari (relatif)2
No comments:
Post a Comment