Friday, August 28, 2020

Peran Fundamental Orang Tua Bagi Kesehatan Jiwa Anak

Peran Fundamental Orang Tua Bagi Kesehatan Jiwa Anak

Vivilia, katakanlah nama seorang perempuan yang berjuang dengan "sickness"nya. Dia lahir dari keluarga yang lengkap secara fisik; ayah dan Ibunya masih hidup sampai saat dia memutuskan menikahi laki-laki yang dia impikan jadi suaminya.

Apa yang dijalaninya dalam pernikahan tidak seindah dalam akhir dongeng Cinderella yang berakhir dengan "live happily ever after".

Banyak tantangan psikologis yang dihadapinya. Dia kerap merasa selalu disalahkan, tuntutan yang terlalu berat ditujukan baginya, tidak dicintai pasangannya, tidak diterima oleh  keluarga mertuanya, dan kemalangan selalu menimpa dia.

Apa yang dia rasakan, seringkali bukan yang sebenarnya terjadi. Kenyataannya,  dalam renungan yang waras, dia menyadari bahwa suaminya mencintainya dan keluarga mertua menyanginya. Akan tetapi, perasaan semacam "ditolak" kerap menjadi hantu yang menjelma menjadi rasa tidak berharga.

Vivila sadar betul bahwa dia tumbuh dengan disfungsi dalam keluarganya. Fungsi Ibu dalam struktur masyarakat traditional adalah sebagai penerap moral positif, yaitu agar anak-anak tahu melakukan perbuatan benar karena adanya reward (pujian). Adapun Ayah adalah sebagai penerap moral negatif artinya tahu tidak melakukan perbuatan salah karena adanya punishment (sanksi).

Vivilia kecil sering mendapat kekerasan baik fisik dan verbal dari kedua orang tuanya. Alhasil, dia tumbuh menjadi anak yang pemalu, hiper sensitif, tidak percaya diri, sering merasa kesepian, gangguan mood, sering merasakan kecemburuan dan kecurigaan dalam bergaul.

Untungnya, Vivilia sadar dengan "lack" yang ada dalam dirinya. Sejak usia belia, dia menyadari bahwa ada yang salah darinya. Perasaan semacam trauma dan rasa sakit yang tidak bisa diidentifikasi sering membuatnya mengalami kesedihan yang dalam.  Perasaan itu membuatnya perlu mencari jati diri.

Singkat cerita, Vivilia pergi merantau ke luar kota untuk mencari jawaban hidupnya. Dalam perjalanan dia menyadari bahwa penderitaannya adalah karena posisi sentral Ibu dan Bapak dalam keluarganya mengalami disfungsi.

Kisah Vivilia itu mengajarkan kepada kita bahwa tindakan orang tua sangat berpengaruh terhadap kesehatan jiwa dan kebahagiaan anak sampai seumur hidup. Maka, para keluarga muda, banyak banyaklah belajar tentang bagaimana menjadi orang tua, agar fungsi keluarga berjalan dengan baik.

Sudah banyak kerusakan lingkungan diakibatkan oleh kebodohan para orang tua kita.

Keluarga disfungsi akan melahirkan anak yang disfungsi, lalu bangsa yang disfungsi dan negara yang disfungsi. Semoga kita bs memetik pelajaran dari apa yang dialami Vivilia, dan semoga Vivilia bisa memaafkan kedua orang tuanya dan menerimanya sebagai bagian dari perjalanan hidup.

No comments:

Post a Comment