Para bucin kerap frustasi dengan realitas karena hayalan tentang cinta romantis selalu berbenturan dengan apa yang ada dalam fantasinya. Ketika dia mendapatkan orang yang dicintainya dan saat melihat hal itu terlalu monoton, bucin akan mulai mencari cara untuk membucin kepada cinta lain. Begitulah hidup bucin, tidak bisa dipercaya, emosional, rakus dan bodoh. Dia sulit membedakan fiksi dan fakta. Masih mau jadi bucin? Sebaiknya berhenti jadi bucin sebelum kemalangan lain terjadi....
Tetapi tahukah kamu? Untuk berhenti jadi bucin tidaklah mudah. Butuh kerja keras, latihan dan kesabaran. Jika ingin tobat dari kebucinan belajarlah premis-premis logika, apakah manjur? Lumayan... Logika dan silogisme akan melatih daya nalar. Kebucinan akan menyebabkan fungsi otak terganggu karena fikiran jadi berkabut, mata jadi gelap dan dada jadi sesak.
Tapi sastra dan lagu itu bucin semua... Gak kuat aku. Mungkin porsi lagu-lagu bucinnya dikurangi kali ya, karena lagu itu bisa menjadi semacam semboyan bagi jiwa. Dengerinnya presentasi ted talk, BBC, dan acara-acara inspratif lain. Tapi gak enak soalnya dengerin gituan itu harus pake mikir.. Hmm.. iya gak enak, yawdah dikit-dikit aja. Lagu-lagu bucinnya dikurangi.
Terus kalo aku berhenti jadi bucin apa aku bakal tambah pinter, tambah sukses gitu? Iya tapi bertahap, mau pinter kan rumusnya belajar, mau sukses ya rumusnya kerja keras. Itu dijamin gak? Kalo dijalanin ya insyaallah....
Baiklah... Mulai nih..
Ciputat 28, 2020
No comments:
Post a Comment